1.Segala macam jenis buah.

(Baca juga tentang Hiperkalemia). Dalam hal ini sebenarnya buah buahan masih diperbolehkan,hanya dibatasi, misal orang sehat makan 1 buah apel, kalo pendeerita gagal ginjal cukup setengahnya saja, buah buahan yang benar-benar tidak boleh dikonsumsi itu adalah belimbing.
2.Keju.

3.Cokelat.

Sama seperti keju, cokelat juga mengandung kandungan fosfor dan potasium yang tinggi. Kandungan potasium dalam makanan dan dikonsumsi oleh penderita akan menyebabkan gagal jantung karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal. Kandungan potasium akan melemahkan denyut jantung, membuat detak jantuk tidak stabil, hingga kematian mendadak akibat serangan jantung.
4.Kacang-Kacangan.

Walaupun kacang-kacangan kaya akan protein, tapi untuk penderita gagal ginjal makanan ini perlu dihindari,karena kacang mengandung purin yang bisa membuat asam urat menjadi tinggi.Baca juga tentang asam urat.
5.Daging Kambing.

Selain mengandung kolesterol tinggi, daging kambing juga sama seperti kacang-kacangan yaitu mengandung purin tinggi yang menyebabkan asam urat.
6.Daging Olahan.

Dading olahan seperti sosis,nuget,kornet dll, selain mengandung bahan pengawet kimia, juga memiliki kadar natrium yang cukup tinggi, kelebihan natrium bisa menyebabkan hiper tensi, selain itu kandungan phospornya juga tinggi, untuk jangka panjang sangat tidak baik bagi kesehatan tulang penderita gagal ginjal.
7.Yogurt.

Olahan Susu sapi, seperti yogurt,es cream, ini kaya akan protein,kasium,phospor dan juga lemak, untuk orang sehat, susu sangat di anjurkan untuk di konsumsi, namun beda halnya dengan penderita gagal ginjal, makanan atau minuman dari olahan susu harus di hindari.
8.Makanan Bersantan.

Makanan bersantan, selain mengandung lemak, juga mengandung kalium tinggi, yang sangat tidak baik bagi jantung penderita gagal ginjal.
Itulah 8 makanan yang perlu di hindari oleh penderita gagal ginjal kronik yang sudah dalam tahap dialysis, sebenarnya makanan makanan tersebut di atas, bukan sama sekali tidak boleh dikonsumsi oleh penderita gagal ginjal, boleh mengkonsumsi tapi dengan takaran tertentu, atau sesuai kondisi badan si pasien, karena kondisi tiap pasien itu berbeda-beda.
Jadi kalau mau mengkonsumsi makanan tersebut, si pasien harus tau keadaan tubuhnya sendiri,apakah hasil lab bagus, apakah dialysisnya adekuat, barulah pasien bisa menikmati makanan-makanan tersebut, dengan catatan tidak boleh berlebihan.
