logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
✖
Powered by Blogger.

Campak.

Campak adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Campak bisa sangat mengganggu dan mengarah pada komplikasi yang lebih serius. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh. Gejala tersebut di antaranya adalah:
  • Mata merah.
  • Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.
  • Tanda-tanda seperti pilek (misalnya radang tenggorokan, hidung beringus, atau hidung tersumbat).
  • Demam.
  • Bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan.
 

Bercak atau ruam berwarna merah-kecokelatan akan muncul di kulit setelah beberapa hari kemudian. Urutan kemunculan bercak ini dari belakang telinga, sekitar kepala, kemudian ke leher. Pada akhirnya ruam akan menyebar ke seluruh tubuh. Selain itu, penderita juga berpotensi mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.

Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat jika mencurigai Anda atau anak Anda menderita campak. Diagnosis campak bisa dilakukan dengan melihat gejala-gejala yang muncul. Tapi untuk memastikan diagnosis campak, sampel air liur dan darah diambil untuk tes.

Penyakit ini disebut juga rubeola atau campak merah. Telah tersedia vaksin untuk mencegah penyakit ini. Vaksin untuk campak termasuk dalam bagian dari vaksin MMR (campak, gondongan, campak Jerman).

 

Penyebaran Virus Campak

Bagi penderita campak, virus campak ada di dalam percikan cairan yang dikeluarkan saat mereka bersin dan batuk. Virus campak akan menulari siapa pun yang menghirup percikan cairan ini.

Virus campak bisa bertahan di permukaan selama beberapa jam dam bisa bertahan menempel pada benda-benda lain. Saat kita menyentuh benda yang sudah terkena percikan virus campak lalu menempelkan tangan ke hidung atau mulut, kita bisa ikut terinfeksi.

Campak lebih sering menimpa balita. Tapi pada dasarnya semua orang bisa terinfeksi virus ini, terutama yang belum pernah terkena campak atau yang belum mendapat vaksinasi campak.

 

Pengobatan Campak

Sistem kekebalan tubuh manusia secara alami akan melawan infeksi virus ini. Tapi jika komplikasi terjadi atau infeksi campak menjadi sangat parah, perawatan di rumah sakit kemungkinan akan dibutuhkan.Untuk mempercepat proses pemulihan, terdapat beberapa hal yang bisa membantu:
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi.
  • Banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya.
  • Minum obat penurun demam dan pereda sakit. Jangan berikan aspirin jika anak Anda berusia kurang dari 16 tahun.

 

Komplikasi Campak

Komplikasi dari campak bisa sangat berbahaya. Meski jumlah penderita komplikasi campak cukup sedikit, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Contoh-contoh komplikasinya adalah radang pada telinga, bronkitis, infeksi paru-paru (pneumonia), dan infeksi otak (ensefalitis).Kelompok orang yang berisiko mengalami komplikasi adalah:
  • Bayi berusia di bawah satu tahun.
  • Anak-anak dengan kondisi kesehatan buruk.
  • Orang dengan penyakit kronis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

 

Pencegahan Campak

Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan campak Jerman. Vaksinasi MMR diberikan dua kali. Pertama diberikan ketika anak berusia 13 bulan, lalu berikutnya diberikan ketika mereka berusia 5-6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar.

Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Apa Itu Cuci Darah?

Tubuh kita secara alami didesain untuk mampu melakukan cuci darah secara otomatis. Namun jika diperlukan, proses cuci darah dengan bantuan...

Copyright © 2013. Info Seputar Kesehatan - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger