logo blog
Selamat Datang Di Blog Kompi Males
Terima kasih atas kunjungan Anda di blog Kompi Males,
semoga apa yang saya share di sini bisa bermanfaat dan memberikan motivasi pada kita semua
untuk terus berkarya dan berbuat sesuatu yang bisa berguna untuk orang banyak.
✖
Powered by Blogger.

Bahaya Minuman Bersoda

Air berkarbonasi, pemanis, dan perisa adalah bahan-bahan yang umumnya terkandung di dalam minuman bersoda. Beberapa jenis minuman bersoda juga mengandung pewarna, pengawet, dan kafein. Bahkan sebagian minuman bersoda mengandung alkohol, meski kurang dari 0,5 persen.

Banyak berita yang menginformasikan bahwa minuman bersoda, bahkan termasuk minuman soda diet, dapat memicu gangguan kesehatan tertentu.

Seseorang yang mengonsumsinya dalam jangka panjang terkait dengan peningkatan risiko terkena stroke, gangguan ginjal, kanker, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Berbagai penelitian telah mencoba mengkonfirmasi pengaruh konsumsi soda terhadap kesehatan.

Sebagian terbukti, sementara sebagian lainnya tidak. Di sisi lain, penelitian yang mengungkap bahwa konsumsi minuman bersoda tidak berhubungan dengan gangguan kesehatan cenderung disponsori oleh produsen minuman bersoda.

Berikut beberapa dugaan gangguan kesehatan yang dapat diakibatkan oleh minuman bersoda beserta faktanya.


Minuman bersoda meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung
Disebutkan bahwa risiko serangan jantung dan stroke meningkat hingga 48 persen pada pengonsumsi soda diet setiap hari, dibandingkan pada mereka yang sama sekali tidak mengonsumsinya atau mengonsumsi tidak setiap hari. Namun sebagian besar penelitian mengonfirmasi bahwa minuman soda diet tidak menyebabkan stroke.


Terla banyak minuman bersoda dapat memicu obesitas
Minuman berkadar gula tinggi, terasuk minuan soda, diduga menjadi faktor utama terjadinya obesitas bagi mereka yang gemar mengonsumsinya. Penelitian menemukan bahwa sebagian besar anak yang mengalami obesitas mendapat asupan 1000-2000 kalori sehari dari minuman bersoda.


Minuman soda dianggap meningkatkan risiko osteoporosis karena mencegah penyerapan kalsium
Kemungkinan anggapan tersebut muncul karena adanya penelitian yang menyebut adanya hubungan antara konsumsi minuman bersoda dengan rendahnya kepadatan mineral tulang. Faktanya, tidak ada bukti kuat yang mengonfirmasi hal tersebut.

Namun jika Anda ingin menjaga kesehatan tulang, air mineral adalah jenis minuman yang paling Anda butuhkan. Olahraga angkat beban dan rutin mengonsumsi minuman serta makanan kaya kalsium, seperti susu rendah lemak, juga akan membantu.


Gangguan kesehatan serius akibat phenylalanine di dalam minuman bersoda
Kandungan phenylalanine dalam minuman bersoda khusus diet disebut berisiko menyebabkan kerusakan otak, keterbelakangan mental, kejang, dan masalah kesehatan pada pengidap gangguan genetis phenylketonuria. Secara alami, phenylalanine sebenarnya turut terkandung di dalam beberapa makanan kaya protein, seperti pada telur, susu, dan daging. Terkait bahan buatan, phenylalanine terkandung di dalam pemanis buatan aspartam yang banyak ditambahkan ke dalam minuman bersoda.

Faktanya, orang yang mengidap gangguan genetis phenylketonuria memang harus mewaspadai konsumsi unsur ini. Tes darah dapat dilakukan untuk mendeteksi apakah seseorang mengidap gangguan ini. Secara umum, dalam dosis tinggi, aspartam dapat menyebabkan peningkatan kadar phenylalanine secara drastis. Oleh karenanya, penggunaan bahan yang mengandung pemanis buatan ini, termasuk minuman bersoda sebaiknya dibatasi terutama pada orang-orang dengan kondisi berikut ini.
  • Pada orang-orang yang mengalami gangguan tidur dan gangguan mental, phenylalanine dapat memperparah serangan cemas.
  • Orang yang mengonsumsi obat-obatan penghambat oksidasi monoamin serta neuroleptiks atau obat-obatan yang mengandung levodopa.
  • Pengidap gangguan gerakan otot tardive dyskinesia.
 
Kerusakan gigi
Umumnya, minuman bersoda mengandung gula dalam kadar tinggi, antara lain glukosa, sukrosa, fruktosa. Efek samping ketiga unsur tersebut berisiko meningkatkan kemungkinan karies gigi. Selain itu, sebagian minuman ini mengandung asam yang berisiko menyebabkan kerusakan enamel. Menyikat gigi secara teratur dan memakai sedotan saat meminum minuman bersoda dapat mengurangi risiko-risiko ini.

Mengonsumsi minuman soda diet 1-2 kaleng sehari relatif aman karena kadar pemanis buatannya tidak membahayakan dan ada bukti kuat menyebabkan kanker. Namun, hati-hati dengan minuman soda biasa karena dengan porsi yang sama terkait dengan peningkatan berat badan dan risiko diabetes tipe 2. Meski kalori soda diet lebih sedikit dibandingkan minuman soda biasa, tapi minuman ini bukanlah minuman yang baik untuk dikonsumsi tiap hari. Air mineral, teh tanpa gula, ataupun susu rendah lemak masih lebih baik dibandingkan minuman soda diet.
Enter your email address to get update from Kompi Ajaib.
Print PDF
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

Apa Itu Cuci Darah?

Tubuh kita secara alami didesain untuk mampu melakukan cuci darah secara otomatis. Namun jika diperlukan, proses cuci darah dengan bantuan...

Copyright © 2013. Info Seputar Kesehatan - All Rights Reserved | Template Created by Kompi Ajaib Proudly powered by Blogger