
Sianida diproduksi oleh beberapa jenis bakteri, jamur dan ganggang yang ditemukan pada sejumlah tanaman, biji-bijian, dan buah-buahan tertentu.
Dosis yang mematikan sianida yaitu sebanyak 1-2 miligram per kilogram berat badan. Meski demikian, dalam dosis lebih kecil pun, zat ini dapat berbahaya terhadap jantung dan otak, bahkan bisa menyebabkan koma dan kematian akibat sianida. Gejala-gejala keracunan sianida seperti sesak napas, kejang, hingga hilang kesadaran.
Berikut beberapa jenis makanan dan buah yang mengandung sianida secara alami:
- Singkong
Sebagai
sumber karbohidrat, singkong termasuk salah satu makanan utama di
daerah tropis, bersama dengan beras dan jagung. Alasan yang mendasari,
singkong merupakan salah satu jenis tanaman yang mudah ditanam dan tahan
musim kering.
Ada dua jenis singkong
yaitu manis dan pahit. Singkong dengan rasa pahit inilah mengandung
racun lebih banyak. Jika proses memasak singkong tidak tepat,
mengonsumsi singkong bisa saja menyebabkan keracunan sianida akut,
gondok, ataksia (gangguan saraf yang menyebabkan gerakan otot yang tidak
terkontrol ataupun abnormal), atau bahkan kelumpuhan sebagian anggota
tubuh.
- Apel
Sebagaimana sebuah ungkapan menyatakan, satu apel
setiap hari dapat menjauhkan penyakit. Itu sebabnya, jarang ada yang
menyangka buah apel mengandung sianida yang beracun. Nyatanya, di tiap
bagian tengah apel, terdapat biji-biji kecil berwarna hitam yang
mengandung zat amygdalin. Zat ini yang kemudian akan melepaskan sianida
saat berinteraksi dengan enzim pencernaan.
Dosis
kecil sianida dapat dinetralisir oleh enzim pada tubuh, namun jika
dosisnya lebih besar maka dapat membahayakan. Jika dihitung, untuk
mencapai dosis sianida 1-2 miligram setiap kilogram berat badan yang
membahayakan, dibutuhkan sekitar 200 biji apel. Jadi, disarankan untuk
menghindari mengonsumsi biji apel untuk mencegah risikonya.
- Kacang almond
Kacang
almond yang berasal dari kawasan Timur Tengah kini semakin banyak
dikonsumsi di Indonesia. Almond yang tumbuh liar memiliki kandungan
amygdalin glikosida yang dapat melepaskan racun sianida saat dikonsumsi.
Meski demikian, kini sebagian besar almond yang dikembangkan merupakan
jenis almond manis yang tidak beracun dan aman untuk dikonsumsi
- Peach
Sebagaimana
biji apel, biji buah peach juga mengandung zat amygdalin yang dapat
berubah menjadi sianida ketika dikonsumsi. Tidak hanya untuk manusia,
jika konsumsi dalam jumlah besar, buah ini dapat membahayakan juga untuk
hewan. Buah peach yang sudah dikupas ataupun dalam kemasan, umumnya
lebih bisa ditoleransi tubuh.
Selain
risiko beracun, ada pula sebagian orang yang hipersensitif terhadap
protein dalam buah peach. Gejala alergi mulai dari ringan hingga berat
bisa terjadi, mulai dari bagian pencernaan hingga pernapasan..
- Cherry hitam
Amygdalin
yang dapat berubah menjadi sianida juga terdapat pada biji buah cherry
hitam. Perubahan ini dipicu oleh enzim yang dilepaskan saat buah cherry
hitam ditumbuk. Namun, meskipun bijinya sangat berbahaya, buah cherry
hitam sangat aman dikonsumsi. Buah yang memiliki nama latin Prunus
Serotina ini banyak dijadikan selai ataupun bahan pelengkap memasak
lainnya.
Sianida alami pada buah atau bahan makanan lain, umumnya tidak berbahaya dalam dosis kecil. Meski demikian, sebaiknya hindari konsumsinya atau lakukan proses masak hingga tuntas untuk mencegah keracunan sianida.
