
Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung.
Akibat depresi, kegiatan sehari-hari seperti bersekolah atau bekerja menjadi tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi bisa membuat Anda merasa hidup ini tidak ada gunanya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri.
Depresi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, seperti gangguan depresi persisten, depresi perinatal, gangguan bipolar, depresi mayor, gangguan afektif musiman, depresi psikotik. Penjelasan lebih lanjut bisa Anda lihat di laman gejala depresi.
Gejala yang Muncul pada Penderita Depresi
Gejala dan juga pengaruh depresi berbeda-beda pada berbagai orang. Berikut ini adalah beberapa gejala psikologis yang muncul akibat depresi:- Kehilangan selera untuk menikmati hobi.
- Merasa bersedih secara berkepanjangan.
- Mudah merasa cemas.
- Merasa hidup tidak ada harapan.
- Mudah menangis.
- Merasa sangat bersalah, tidak berharga, dan tidak berdaya.
- Tidak percaya diri.
- Menjadi sangat sensitif atau mudah marah terhadap orang di sekitar.
- Tidak ada motivasi untuk melakukan apa pun.
- Berpikir atau mencoba bunuh diri.
- Badan selalu merasa lelah.
- Gangguan pada pola tidur.
- Merasakan berbagai rasa sakit.
- Tidak berselera untuk melakukan hubungan seksual.
- Bergerak atau berbicara lebih lambat.
- Merasa tidak bisa beristirahat atau kesulitan untuk duduk diam.
- Berat badan berubah.
- Sakit kepala.
- Mengalami kram.
- Gangguan pencernaan tanpa sebab fisik yang jelas.
Ketika merasakan beberapa gejala depresi yang dialami hampir seharian dan berlangsung setiap hari selama dua minggu, segera temui dokter agar proses pemulihan bisa dimulai dan dilakukan sepenuhnya.
Penyebab dan Faktor Risiko Depresi
Tidak ada satu pun penyebab depresi secara spesifik. Depresi terpicu oleh kombinasi beberapa faktor, yaitu genetik, biologis, lingkungan dan faktor psikologis. Jika di dalam riwayat kesehatan keluarga Anda terdapat orang yang menderita depresi, maka terdapat kecenderungan bagi Anda untuk mengalaminya juga.Beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya depresi antara lain:- Kejadian tragis atau signifikan seperti kehilangan seseorang atau pun pekerjaan.
- Kehamilan dan/atau melahirkan.
- Masalah keuangan.
- Terisolasi secara sosial.
- Trauma masa kecil.
- Ketergantungan terhadap narkoba dan/atau alkohol.
Pengobatan pada Depresi
Teknik pengobatan dan perawatan depresi sangat tergantung kepada jenis dan penyebab dari depresi yang dialami. Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang penggunaannya diresepkan oleh dokter, dan beberapa penanganan yang bisa dilakukan sendiri.Perubahan hidup seperti sering berolahraga dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dapat memberikan keuntungan bagi penderita depresi. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok terapi untuk berbagi cerita dan saling memberi dukungan.
Akibat dari depresi yang paling parah adalah kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Cobalah untuk selalu berbagi cerita kepada orang-orang terdekat Anda tentang masalah yang sedang dihadapi. Penderita juga sangat disarankan untuk menemui dokter, terutama jika depresi telah berlangsung lama atau parah. Makin dini penanganan depresi, kemungkinan pemulihan secara menyeluruh bisa didapatkan.
