
Mengonsumsi fast food atau makanan berkalori tinggi secara berlebihan akan menimbulkan risiko kesehatan, seperti;
Obesitas
Berat
badan yang bertambah disebabkan asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh
lebih banyak daripada yang dibakar. Obesitas dapat menjadi penyakit
genetik yang bisa diturunkan dari anggota keluarga, yang sebelumnya
telah mengidapnya. Keluarga jugalah yang cenderung membentuk pola makan
dan gaya hidup berlebihan di keseharian sehingga memicu seseorang
mengalami obesitas.
Penyakit Jantung
Berapa
banyak makanan yang dikonsumsi sama pentingnya dengan apa jenis makanan
yang dimakan. Untuk menghindari risiko terkena penyakit jantung,
terapkan porsi makan secukupnya mulai sekarang. Jangan lupa, untuk
menambahkan porsi makanan berkalori rendah, kaya nutrisi, dan mengurangi
asupan sodium.
Stroke
Ketika
kolesterol yang masuk melalui makanan terlalu tinggi kadarnya, maka hal
ini akan mempermudah terjadinya penggumpalan darah yang berujung pada
timbulnya stroke iskemik. Di sisi lain, tekanan darah tinggi yang tidak
terkontrol akibat berat badan berlebih atau obesitas juga dapat
meningkatkan risiko terjadinya stroke hemoragik. (Baca Juga: 23 Makanan Untuk Menurunkan Kolesterol Secara Alami)
Makanan berkalori tinggi seperti fast food sulit membuat perut kenyang. Ini yang menyebabkan penikmat junk food, makan secara berlebihan. Peneliti menemukan faktor-faktor pada makanan berkalori tinggi yang membuat orang makan secara berlebihan disebabkan:
- Kadar kalori tinggi walau dalam porsi yang sedikit.
- Tinggi kandungan lemak, gula dalam bentuk cair, dan palabilitas yang menjadikan makanan selalu terasa enak.
- Sedikit kandungan serat yang berguna bagi kesehatan sistem pencernaan.
Anda tidak perlu menjauhi makanan berkalori karena tubuh kita pun tetap mengandalkan asupan kalori untuk menjaga berat badan. Hanya saja mengonsumsi makanan berkalori tinggi harus diimbangi dengan diet sehat dan berolahraga. Serta, mulai biasakan diri Anda mengonsumsi makanan berkalori rendah yang layak sebagai asupan harian Anda.
